Minggu, 06 November 2016

Mengenal Mangrove

Mengenal Mangrove


Pengertian Mangrove

Menurut Macnae (1968), mangrove berasal dari Bahasa Portugis mangue dan bahasa Inggrisgrove. Selanjutnya, menurut Tomlinson (1986) dan Wightman (1989), mangrove adalah tumbuhan yang terdapat di daerah pasang surut maupun sebagai komunitas.

Kita sering menyebut hutan di pinggir pantai tersebut sebagai hutan bakau, walaupun ini tidak tepat, karena bakau adalah nama lokal untuk menyebut salah satu jenis mangrove, yaitu Rhizophora.

Habitat Mangrove

1. Pesisir pantai teluk yang terlindung.

2. Pulau di lepas pantai.

3. Laguna.

4. Muara sungai.

5. Delta.

6. Rawa.

Ciri Ekosistem Mangrove

1. Memiliki jenis pohon yang relatif sedikit.

2. Memiliki akar tidak beraturan misalnya seperti jangkar melengkung dan menjulang pada bakau (Rhizophora spp), serta akar yang mencuat ke atas (vertikal) seperti pensil pada Pidada (Sonneratia spp) dan pada Api-api (Avicennia spp).

3. Memiliki biji (propagul) yang bersifat vivipar atau telah berkecambah di pohonnya, khususnya pada Rhizophora.

4. Memiliki banyak lentisel pada bagian kulit pohon.

Karakteristik Unik Mangrove 

1. Buah.

2. Kelenjar garam.

3. Sistem perakaran.

Syarat Hidup Mangrove

1. Tropis dan subtropis 32° LU – 38° LS.

2. Tropis, penyinaran matahari penuh.

3. Suhu diatas 22°C.

4. Curah hujan tinggi (2500 – 3000 mm/th).

5. Di daerah terlindung.

6. Dataran lumpur/Mud-flat luas dan jauh.

7. Deltaic.

8. Perbedaan pasang tertinggi dan surut terendah jauh.
Faktor Yang Mempengaruhi Mangrove

1. Iklim.

a. Tropis, penyinaran matahari penuh.

b. Suhu diatas 22°C.

c. Curah hujan tinggi (2500 – 3000 mm/th).

2. Bentuk Pantai

a. Terlindung.

b. Daratan lumpur luas.

c. Delta.

3. Gradien Fisika dan Kimia

a. Perbedaan pasang tertinggi dan surut terendah jauh.

b. Salinitas.

c. Unsur hara tanah (ketebalan lumpur).

4. Penyebaran Propagul

a. Melalui air

b. Kaitannya dengan pasang-surut

c. Ukuran propagul diduga juga berpengaruh

Penyebaran Mangrove Dipengaruhi

1. Salinitas.

2. Unsur hara tanah melalui air.

3. Kaitannya dengan pasang-surut.

4. Ukuran propagul.

5. Predispersal biasanya oleh serangga.

6. Postdispersal oleh kepiting.

7. Kompetisi antar jenis, individu, zonasi.

Jenis-jenis Mangrove

1. Komponen Utama (Mangrove Mayor)

a. Secara taksonomi terisolasi dari “saudaranya” yang hidup di darat.

b. Secara alami hanya hidup di hutan mangrove.

c. Sering membentuk tegakan murni (bergerombol).

2. Komponen Tambahan (Mangrove Minor)

a. Bukan elemen nyata ekosistem mangrove.

b. Biasanya ditemui di bagian tepi/ perbatasan habitat mangrove.

c. Jarang membentuk tegakan murni (bergerombol).

3. Asosiasi Mangrove

a. Tidak dijumpai tumbuh di komunitas mangrove sesungguhnya.

b. Sering dijumpai sebagai tumbuhan darat.
Akar-akar Mangrove

1. Akar Pasak (pneumatophore)

2. Akar Lutut (knee root)

3. Akar Tunjang (stilt root)

4. Akar Papan (buttress root)

5. Akar Gantung (aerial root)

Flora dan Fauna Mangrove

Biota di mangrove bisa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu di bagian bawah substrat, di substrat dan di atas substrat (arboreal).

Contoh flora mangrove, diantaranya Rhizophora mucronata, Aegiceras corniculatum, Avicennia alba, Avicennia marina dan lain-lain.

Mangrove merupakan habitat bagi berbagai jenis satwa liar seperti primata, reptil dan burung.

Selain sebagai tempat berlindung dan mencari makan, mangrove juga merupakan tempat berkembang biak bagi burung air.

Bagi berbagai jenis ikan dan udang, perairan mangrove merupakan tempat ideal sebagai daerah asuhan, tempat mencari makan dan tempat pembesaran anak.

Mangrove juga merupakan habitat penting bagi berbagai jenis krustasea (kepiting) termasuk berbagai jenis udang-udang lainnya yang mempunyai nilai ekonomis.
Mengapa Ekosistem Mangrove Harus Dilindungi?

1. Karena adaptasi tumbuhnya yang tidak dapat ditiru oleh vegetasi lain.

2. Karena fungsi kompleksnya yang tidak dapat tergantikan oleh ekosistem lainnya.

3. Keberadaannya terancam.

Fungsi Mangrove

A. Fungsi Fisik Mencegah Erosi Pantai

1. Menahan badai/gelombang tsunami.

2. Mencegah masuknya air laut ke daratan (intrusi air laut).

B. Fungsi Ekologis

1. Tempat mencari makan binatang mangrove (Feeding Ground/Shelter).

2. Tempat pemijahan/beranak pinak dan pengasuhan binatang mangrove (Spawning/Nursery ground).

3. Pemindahan/pertukaran nutrisi (Export Nutrien).

4. Produktivitas primer.

5. Penghasil unsur hara/pupuk.

6. Penangkap bahan pencemar.

7. Perangkap karbon.

C. Fungsi Sumberdaya dan Jasa Kayu bakar/arang.

1. Bahan baku industri.

2. Makanan dan obat.

3. Pariwisata.

4. Perubahan/konversi lahan.
Apakah Anda Sadar?

1. Asap motor dan mobil Anda yang beracun itu, telah diserap dengan baik oleh dedaunan mangrove sehingga udara di kota kita menjadi bersih dan sehat?

2. Lalu, apakah Anda juga tidak ingat bahwa daun-daun mangrove yang lebat, berguna sekali dalam menyerap karbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang saat ini menjadi ancaman serius bagi umat manusia, yaitu pemanasan global.

3. Mangrove yang baik, telah menetralisirnya sehingga laut kita menjadi sangat bersih dan tak tercemar lagi.

Mangrove Proteksi Garis Pantai dari Hempasan Gelombang

1. K = 3.000 pohon/ha, d = 15 cm, lebar hutan = 200 m, mampu mengurangi tinggi gelombang tsunami 50-60 % dan kecepatan tsunami 40-60 % (Harada dan Kawata, 2004).

2. Tegakan Kandelia candel 6 th dalam jalur lebar 1,5 km, mampu mengurangi tinggi gelombang setinggi 1 m menjadi 0,05 m (Harada dan Kawata, 2004).

Mangrove Berguna Bagi Manusia

Nypa fruticans (Nipah). Tangkai buah Nipah disadap, diolah kemudian dijual sebagai gula nipah. Nelayan di Pematang Siantar sudah lama membuat gula nipah ini.

Rhizophora apiculata (Bakau). Di Rembang, Kelompok Tani Mangrove Sidodadi Maju telah berhasil membibitkannnya dan menjualnya untuk keperluan konservasi.

Sonneratia alba (Pedada). Ibu-ibu dari Muara Angke Jakarta, berhasil membuat dan menjual panganan dari buah Sonneratia sp. Permen Pedada adalah contohnya.

Kajian Manfaat Sumberdaya Mangrove

1. Kajian senyawa bioaktif mangrove sebagai bahan makanan, anti bakteri, anti jamur, anti kanker dan anti oksidan.

2. Kajian ekowisata sebagai alternatif upaya konservasi ekosistem mangrove.

Ancaman Mangrove

1. Pengambilan kayu.

2. Pembukaan tambak.

3. Reklamasi lahan.

4. Sampah.

5. Aktifitas merugikan lainnya.

Bagaimana Keberadaan Ekosistem Mangrove Bisa Terancam?

1. Pemanfaatan yang salah dan berlebihan.

2. Pengambilan kayu.

3. Alih fungsi lahan.

4. Reklamasi.

5. Aktivitas Merugikan lainnya.

Konservasi Ekosistem Mangrove 

Rehabilitasi perlindungan rehabilitasi mangrove harus dilakukan dengan “baik dan benar” dengan memikirkan

1. Aspek ekologis dan fisik lahan.

2. Aspek sosial ekonomi dan budaya.

3. Aspek finansial.

4. Aspek teknis kegiatan/teknik silvikultur.

5. Aspek ketenagakerjaan.

Langkah Rehabilitasi Mangrove

1. Perencanaan pengkajian prakondisi masyarakat.

2. Pelaksanaan rehabilitasi pemantauan dan evaluasi.

3. Publikasi.

Dalam rehabilitasi mangrove, tidak harus selalu menggunakan mangrove (mangrove mayor dan minor) untuk ditanam. Bila kondisi pantai adalah berpasir, maka kita bisa mempergunakan jenis mangrove asosiasi.

Gambar

 
Perlindungan Ekosistem mangrove

1. Penetapan suatu kawasan mangrove menjadi kawasan perlindungan/konservasi

2. Taman Nasional, Taman Hutan Raya, Cagar Alam, Suaka Margasatwa Hutan Lindung, dan lain-lain.

Teknik Rehabilitasi Mangrove

1. Melakukan perencanaan dan persiapan (fisik, biologi dan sosial ekonomi).

2. Melakukan kajian batimetri, arus, gelombang, dan pasang surut di lokasi.

3. Melakukan pembuatan APO jika diperlukan.

4. Memilih spesies yang sesuai dengan kondisi lokal.


eknik Pembibitan Mangrove

1. Lahan pembibitan lapang dan datar, dekat dengan lokasi penanaman, terendam saat air pasang dengan frekuensi 20-40 kali/bulan sehingga tidak memerlukan penyiraman.

2. Buah disemaikan langsung ke kantong plastik atau ke dalam botol air mineral bekas (bagian bawah dilubangi) yang berisi media tanah.

3. Khusus untuk bakau dan tancang sebaiknya disimpan di tempat teduh dan ditutup dengan karung basah selama 5 – 7 hari.

4. Daun muncul setelah 20 hari, setelah berumur 2 – 3 bulan bibit sudah siap ditanam.

Perlakuan Propagul Buah (Propagul)

1. Mangrove berasal dari daerah setempat, telah matang dan berkualitas bagus.

2. Tempat terlindung dari sinar matahari.

3. Lama penyimpanan maksimal adalah 10 hari.

4. Untuk penyemaian benih, maka lokasi dan perendaman kurang lebih 20 – 40 kali/bulan.

5. Siap dibibitkan di bedeng persemaian.

Pembibitan Mangrove

1. Bedeng dibuat dari bambu yang kuat.

2. Ukuran bedeng disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Umumnya berukuran 1×5 m atau 1×10 m dengan tinggi 1,5 – 2 m.

4. Bedeng diberi naungan ringan dari daun nipah, kelapa, ijuk, rumbia, alang-alang atau sejenisnya.

Pemilihan Propagul

1. Matang (tua).

2. Sehat, tidak terserang penyakit.

3. Lebih baik berasal dari pohon yang sudah tua.

Penanaman Mangrove

Lokasi penanaman biasanya dilakukan tepi pantai bersubstrat lumpur, tepian sungai yang masih terpengaruh air laut, tanggul saluran air tambak, tambak, tanah timbul, lahan kosong, pemukiman, dan lain-lain.

Alat Pemecah Ombak (APO)

Di sebuah lokasi yang memiliki gelombang tinggi, pemecah gelombang (baca: Apo-apo), bila diperlukan, wajib dibangun sebelum penanaman mangrove dilaksanakan, untuk melindungi bibit mangrove dari gerusan gelombang laut.

Ingat, mangrove baru bisa “berfungsi”, setelah kurang lebih lima tahun.

Teknik Penanaman Mangrove

1. Langsung Menggunakan benih/buah, tingkat keberhasilan 20%.

2. Tidak Langsung Menggunakan bibit dari bedeng persemaian, tingkat keberhasilan 80%.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rehabilitasi Mangrove

1. Perencanaan

2. Pelaksanaan

a. Sosialisasi.

b. Pelatihan dan penyuluhan.

c. Pendidikan lingkungan

d. Pengembangan mata pencaharian alternatif.

e. Penanaman mangrove.

f. Pemeliharaan.

g. Wisata mangrove (ecotourism).

3. Monitoring dan Evaluasi

a. Penyiangan dan penyulaman.

b. Penjarangan.

c. Perlindungan Tanaman

Hama Mangrove

1. 3W

a. Wideng (Kepiting).

b. Wedhus (Kambing).

c. Wong (Orang).

2. Hama Lain

Lumut, ganggang laut, serangga, gastropoda, teritip, scale insect, dan ulat daun.

3. Gangguan lain

Bencana alam, gelombang besar, tumpahan minyak, tsunami, dan sebagainya.



Sumber : http://kesemat.undip.ac.id


 

Mangrove, Manfaat dan Fungsi

Mangrove, Manfaat dan Fungsi


Mangrove merupakan jenis tumbuhan yang umumnya hidup di perairan dekat pantai, pohon ini juga dapat beradaptasi sedemikian rupa sehingga akan mampu untuk hidup di lingkungan berkadar garam tinggi seperti lingkungan laut. Sedangkan hutan mangrove atau hutan bakau adalah komunitas vegetasi pantai tropis dan subtropis yang didominasi beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang di air payau dan dipengaruhi pasang surut air laut. Mangrove juga merupakan flora yang tumbuh di kawasan pantai dan memiliki toleransi terhadap kandungan garam. Mangrove diketahui memiliki manfaat dalam proses daur nutrien dimana mangrove merupakan penghasil nutrien bagi ekosistem di sekitarnya.
Mangrove biasanya tumbuh di tempat-tempat terjadinya pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Mangrove juga biasa dijumpai di teluk-teluk yang terlindungi dari gempuran ombak, maupun disekitar muara sungai dimana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawa dari hulu. Mangrove juga bisa tumbuh pada pantai-pantai yang terlindung atau pada pantai-pantai yang datar. Mangrove biasanya tumbuh secaran meluas. Mangrove tidak tumbuh di pantai yang terjal dan berombak besar dengan arus pasang surut yang kuat, karena hal ini tidak memungkinkan terjadinya pengendapan lumpur dari pasir, sebagai substrat yang diperlukan untuk pertumbuhannya. Ekosistem bakau sifatnya khas, karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya abrasi tanah, salinitas tanahnya tinggi, mengalami daur penggenangan oleh air pasang surut air laut.
Dikawasan Indonesia hutan mangrove dapat kita jumpai keberadaanya di Dangkalan Sunda, yang relative tenang, bermuara di sungai besar. Mangrove juga terdapat dipulau lain yakni di pantai timur sumatera dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Dipantai utara jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduk terhadap lahan. 
Luas hutan mangrove di Indonesia mencapai 2,5 hingga 4,5 juta hektar, angka ini menyatakan bahwa mangrove di Indonesia adalah mangrove terluas di dunia, karena mencapai 25 persen dari total luas mangrove di dunia. Di bagian timur Indonesia, di tepi dangkalan sahul, hutan mangrove yang masih baik terdapat di barat daya Papua, terutama di sekitar teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.
Dari sekian banyak wilayah di Indonesia yang terkenal dengan hutan mangrovenya marilah kita menjelajah lebih dalam ke daerah Kalimantan Timur. Kawasan hutan bakau di daerah Tarakan ini berkisar di angka 21 Hektar, dimana begitu banyak ragam jenis tanaman mangrove yang bisa dinikmati. Fungsi hutan bakau Tarakan ini juga sebagai paru – paru kota Tarakan yang memang menggunakan hutan ini sebagai kawasan penghasil udara bersih untuk masyarakat.
Kegiatan penelitian sering dilakukan oleh para peneliti di kawasan hutan bakau ini dimana memang dilakukan untuk menjaga dan mengembangkan potensi hutan bakau Tarakan secara lebih optimal. Keberadaan hewan monyet berhidung panjang yang sering disebut oleh masyarakat setempat sebagai monyet Belanda adalah sajian pemandangan yang menarik. Monyet ini dalam bahasa ilmiahnya adalah monyet Bekantan yang merupakan penghuni asli hutan bakau Tarakan. Ikan Gelodok yang sering terlihat pada saat air laut surut membuat sebuah pemandangan yang unik karena kumpulan ikan ini akan meloncat – loncat mencari tempat perlindungan karena adanya proses surut air laut.
Hutan Mangrove Margomulyo terletak di Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Kawasan mangrove ini merupakan hasil pembebasan lahan yang dilakukan oleh kota Balikpapan untuk dijadikan kawasan konservasi tumbuhan bakau.
Beberapa jenis vegetasi yang tumbuh dikawasan ini diantaranya  jenis Rhizophora (bakau), Avicennia alba (api-api hitam), Nypa fruticans (nipah,  Sonneratia caseolaris (pidada), dan Cerbera spp.( bintaro). Selain ditumbuhi tanaman bakau kawasan ini merupakan tempat tinggal beberapa satwa liar seperti bekatan dan beberapa jenis burung.
Untuk menelusuri kawasan ini sudah disediakan jalur tracking yang terbuat dari kayu ulin. Selain itu ada juga menara pengawas dan beberapa gazebo sehingga membuat tempat ini sangat cocok untuk kegiatan wisata. Sesekali pengunjung dapat bertemu dengan penduduk lokal yang sedang mencari kijing (sejenis siput), atau yang sedang mencari kepiting
Hutan Mangrove Center Kariangau terletak di Graha Indah, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Propinsi Kalimantan Timur. Mangrove centre ini mempunyai luas sekitar 150 hektare.\
Ada 40 jenis mangrove tumbuh di Mangrove Center. Bakau atau Rhyzopora mucronata menjadi tumbuhan dominan. Dilokasi mangrove centre ini juga terdapat tidak kurang dari 400 ekor bekantan (Nasalis larvatus, atauproboscis monkey, kera berhidung mancung dan berbulu oranye). Bekantan ini dapat dijumpai terutama pada saat menjelang sore ketika mereka mencari makan.  Pemandangan ini dapat dijumpai pengunjung sambil menelusuri sungai dengan menggunakan kelotok didalam kawasan mangrove centre.
Ada pula Hutan mangrove yang berada di Bontang yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Hutan mangrove ini berada di perumahan BSD (Bukit Sekatup Damai). Dari awal dibuka untuk umum di setiap weekend selalu ramai pengunjung. Tetapi semakin ramainya pengunjung maka semakin parah pula sampah yang dibuang sembarangan oleh pengunjung. Dan hal itu membuat kawasan mangrove BSD menjadi kotor.
Selain untuk tempat wisata Hutam mangrove mempunyai fungsi lain. Fungsi hutam mangrove dapat memberi banyak manfaat baik secara tidak langsung (non economic value) maupun secara langsung kepada kehidupan manusia (economic vallues). Beberapa manfaat mangrove antara lain:
·         Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai.
Salah satu peran dan sekaligus manfaat ekosistem mangrove, adalah adanya sistem perakaran mangrove yang kompleks dan rapat, lebat dapat memerangkap sisa-sia bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari bagian daratan. Proses ini menyebabkan air laut terjaga kebersihannya dan dengan demikian memelihara kehidupan padang lamun (seagrass) dan terumbu karang. Karena proses ini maka mangrove seringkali dikatakan pembentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Akar pohon mangrove juga menjaga pinggiran pantai dari bahaya erosi. Buah vivipar yang dapat berkelana terbawa air hingga menetap di dasar yang dangkal dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri.
·         Menjernihkan air.
Akar pernafasan (akar pasak) dari api-api dan tancang bukan hanya berfungsi untuk pernafasan tanaman saja, tetapi berperan juga dalam menangkap endapan dan bisa membersihkan kandungan zat-zat kimia dari air yang datang dari daratan dan mengalir ke laut. Air sungai yang mengalir dari daratan seringkali membawa zat-zat kimia atau polutan. Bila air sungai melewati akar-akar pasak pohon api-api, zat-zat kimia tersebut dapat dilepaskan dan air yang terus mengalir ke laut menjadi bersih. 
·         Mengawali rantai makanan.
Daun mangrove yang jatuh dan masuk ke dalam air. Setelah mencapai dasar teruraikan oleh mikro organisme (bakteri dan jamur). Hasil penguraian ini merupakan makanan bagi larva dan hewan kecil air yang pada gilirannya menjadi mangsa hewan yang lebih besar serta hewan darat yang bermukim atau berkunjung di habitat mangrove.
·         Melindungi dan memberi nutrisi.
Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.
·       Manfaat bagi manusia.
Masyarakat daerah pantai umumnya mengetahui bahwa hutan mangrove sangat berguna dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pohon mangrove adalah pohon berkayu yang kuat dan berdaun lebat. Mulai dari bagian akar, kulit kayu, batang pohon, daun dan bunganya semua dapat dimanfaatkan manusia. 
Adapun beberapa kegunaan pohon mangrove yang langsung dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain adalah:
·         Tempat tambat kapal.
Daerah teluk yang terlidung seringkali dijadikan tempat berlabuh dan bertambatnya perahu. Dalam keadaan cuaca buruk pohon mangrove dapat dijadikan perlindungan dengan bagi perahu dan kapal dengan mengikatkannya pada batang pohon mangrove.
·         Obat-obatan.
Kulit batang pohonnya dapat dipakai untuk bahan pengawet dan obat-obatan. Macam-macam obat dapat dihasilkan dari tanaman mangrove. Campuran kulit batang beberapa species mangrove tertentu dapat dijadikan obat penyakit gatal atau peradangan pada kulit. Secara tradisional tanaman mangrove dipakai sebagai obat penawar gigitan ular, rematik, gangguan alat pencernaan dan lain-lain. 
·         Pakan dan makanan.
Daunnya banyak mengandung protein. Daun muda pohon api-api dapat dimakan sebagai sayur atau lalapan. Daun-daun ini dapat dijadikan tambahan untuk pakan ternak. Bunga mangrove jenis api-api mengandung banyak nectar atau cairan yang oleh tawon dapat dikonversi menjadi madu yang berkualitas tinggi. Buahnya pahit tetapi bila memasaknya hati - hati dapat pula dimakan.
·         Bahan mangrove dan bangunan.
Batang pohon mangrove banyak dijadikan bahan bakar baik sebagai kayu bakar atau dibuat dalam bentuk arang untuk kebutuhan rumah tangga dan industri kecil. Batang pohonnya berguna sebagai bahan bangunan. Bila pohon mangrove mencapai umur dan ukuran batang yang cukup tinggi, dapat dijadikan tiang utama atau lunas kapal layar dan dapat digunakan untuk balok konstruksi rumah tinggal. Batang kayunya yang kuat dan tahan air dipakai untuk bahan bangunan dan cerocok penguat tanah. Batang jenis tancang yang besar dan keras dapat dijadikan pilar, pile, tiang telepon atau bantalan jalan kereta api. Bagi nelayan kayu mangrove bisa juga untuk joran pancing. Kulit pohonnya dapat dibuat tali atau bahan jaring.
Selain mempunyai manfaat mangrove juga mempunyai fungsi seperti Fungsi Fisik, Fungsi Biologis dan Fungsi Ekonomis. Fungsi Fisik dari mangrove yaitu dapat dijadikan untuk menjaga agar garis pantai tetap stabil,  melindungi pantai dan sungai dari bahaya erosi dan abrasi, menahan badai atau angin kencang dari laut, menahan hasil proses penimbunan lumpur, sehingga memungkinkan terbentuknya lahan baru, menjadi wilayah penyangga, serta berfungsi menyaring air laut menjadi air daratan yang tawar, mengolah limbah beracun, penghasil O2 dan penyerap CO2. Fungsi Biologis dari mangrove yaitu menghasilkan bahan pelapukan yang menjadi sumber makanan penting bagi plankton, sehingga penting pula bagi keberlanjutan rantai makanan, tempat memijah dan berkembang biaknya ikan-ikan, kerang, kepiting dan udang, tempat berlindung, bersarang dan berkembang biak dari burung dan satwa lain, serta sebagai sumber plasma nutfah & sumber genetic dan merupakan habitat alami bagi berbagai jenis biota. Selain kedua fungsi tersebut mangrove juga punya fungsi ekonomis yang dapat di manfaatkan untuk pendapatan daerah seperti penghasil kayu yang digunakan untuk kayu bakar, arang, bahan bangunan, penghasil bahan baku industri seperti pulp, tanin, kertas, tekstil, makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lain-lain, dan penghasil bibit ikan, nener, kerang, kepiting, bandeng melalui pola tambak silvofishery serta sebagai tempat wisata, penelitian & pendidikan.(DIPS, FO)

Rabu, 26 Oktober 2016

Cara Budidaya Ikan Jaelawat

Cara Budidaya Ikan Jaelawat

Ikan Jelawat (Leptobarbus hoeveni) mertupakan ikan asli Indonesia yang terdapat dibeberapa sungai di daerah Sumatra dan Kalimantan. Meskipun pemeliharaan ikan jelawat sudah lama dilakukan namun kurang nya ketenaran jenis ikan ini dan pasokan benih sepenuhnya masih mengandalkan hasil penangkapan dari perairan umum yang dilakukan pada musim hujan. Melihat aspek kebutuhan benih yang masih mengandalkan alam maka penguasaan teknologi pembenihan jenis ikan ini merupakan upaya yang pelu diaktifkan.
Ikan jelawat tidak setenar ikan lele, ikan mas dan nila. Ini wajar, karena ikan ini tidak ditemukan di setiap daerah, atau hanya di daerah asalnya, yaitu Sumatra, terutama Jambi dan daerah sekitarnya, serta Kalimantan. Budidaya ikan jelawat perlu dikembangkan. Karena ikan yang bernama latin Leptobarbus hoevenii ini juga tetap dicari orang, terutama orang-orang yang pernah merasakan dagingnya.
Namun, ikan jelawat sangat populer di Malaysia sebagai ikan hias. Sementara ikan yang sudah besar digunakan sebagai ikan konsumsi. Ikan ini bersifat omnivore yang cenderung herbivore. Untuk budidaya ikan jelawat, pakannya dapat berupa pelet dan sedikit sayuran seperti selada air atau bayam.
Sekilas tentang budidaya ikan jelawat:
Penyuntikan pada induk betina dilakukan dua kali, yaitu 0,3 ml/kg dan 0,6 ml/kg dengan interval waktu sekitar 7 jam. Telur yang dihasilkan cukup banyak, dapat mencapai 100.000 butir untuk setiap induk seberat 1,5 kg. Aduk merata telur dan sperma dengan menggunakan bulu ayam atau kuas halus. Agar semua telur dapat terbuahi dengan sperma, sebaiknya perbandingan jantan dan betina 3 : 2. Selanjutnya, cuci telur tersebut dengan air bersih. Telur yang sudah bersih siap untuk ditetaskan.
Penetasan telur dilakukan dalam wadah penetasan berbentuk yang corong dibuat dari kain atau bahan halus. Wadah ini diletakkan dalam bak penetasan. Air akan dialirkan dari tetas corong selama telur ditetaskan. Telur yang mengumpul sulit atau tidak akan menetas. Penggantian air dapat dilakukan dengan cara penyifonan secara hati-hati. jumlah air yang diganti cukup setengahnya saja. Pembesaran jelawat dapat dilakukan dalam kolam setelah berumur 30 hari.

Metode dan Cara Pembenihan Ikan Jelawat

:
Pematangan Gonad
  • Induk dipelihara dalam kolam khusus berukuran 500-700 m2 penebaran 0,1-0,25 kg/m2
  • Selama pemeliharaan, induk ikan dibi pakan pelet dengan kandungan protein 25-28%
  • Pakan diberikan sebanyak 3 % dari berat badan dengan frekwensi 2-3 per hari
  • Selain pelet diberikan juga pakan berupa hijauan seperti daun singkong secukupnya
  • Lama pemeliharaan induk lebih kurang 8 bulan
  • Induk yang siap pijah diperoleh dengan cara seleksi
Pemijahan
Pemijahan jelawat dapat dilakukan scara alami dan buatan. Dalam paket teknologi ini dilakukan pemijahan buatan.
  • Induk terseleksi perlu diberok selama satu hari
  • Penyuntikan hormon HCG dan kelenjar hipofisa terhadap induk betina dilakukan 2 kali
  • Penyuntikan I (PI) : 1 dosis kelenjar hipofisa ditambah 200 IU HCG per induk betina
  • Penyuntikan II (PII) : 2 dosis kelenjar hipofisa ditambah 300 IU per induk betina
  • Selang waktu antara PI dan PII, 5-6 jam
  • Ovulasi terjadi antara 10-1 jam dari PI
  • Telur dan sperma dikeluarkan dengan cara diurut
  • Pembuahan telur dilakukan dengan mencampurkan sperma dan telur di baskom plastik
  • Jika telur telah mengembang siap untuk disimpan dalam wadah penetasan
Penetasan
  • Padat tebar 400-500 butir telur per liter
  • Selama penetasan air harus dijaga kialitasnya (O2 4-8 ppm; pH 7,0-8,0; T:25-28 derajat C)
  • Pada suhu air 25-28 derajat C telur akan menetas 18-4 jam setekah pembuahan
Pemeliharaan Larva
  • Larva dipelihara langsung ditempat penetasan telur
  • Cangkang dan telur yang tidak menetas dibersihkan secara penyiponan
  • Hari ke 3 larva diberikan pakan Naupil Artemia (yang baru menetas) secukupnya
  • Pemberian pakan 3 kali sehari (pagi, siang ,sore)
  • Hari ke 7 setelah menetas benih ikan siap untuk didederkan di kolam
Pendederan
  • Persiapan kolam meliputi pengeringan 2-3 hari, perbaikan pematang, pembuatan saluran tengah (kamalir) dan pemupukan dengan pupuk kandung sebanyak 500-700 gr per m2. Kolam diisi air sampai ketinggian 80-100 cm. Pada saluran pemasukan dipasang saringan berupa hapa halus untuk menghindari masuknya ikan liar
  • Benih ditebarkan 3 hari setelah pengisian air kolam dengan padat penebaran 100-150 ekor/m2
  • Benih ikan diberi pakan berupa tepung hancuran pelet dengan dosis 10-20 % per hari yang mengandung lebih kurang 25% protein
  • Lama pemeliharaan 2-3 minggu
  • Benih yang dihasilkan ukuran 2-3 cm dan siap untuk pendederan lanjutan

Jumat, 30 September 2016

Ajang Pembuktian 'Menjaring' Yachters di Sail Karimata dan Festival Bahari Kepri 2016

Ajang Pembuktian 'Menjaring' Yachters di Sail Karimata dan Festival Bahari Kepri 2016 Kepulauan Riau (Kepri) tak ingin kelewatan menangkap potensi wisata yacht. Yachters dunia pun bakal dihipnotis dengan materi promosi, keindahan alam dan budaya yang tak ada tandingannya, sebuah kekuatan Indonesia dalam positioning global.Sail Karimata dan Festival Bahari Kepri 2016, pada pertengahan Oktober 2016 nanti, adalah ajang pembuktian. 

 "Salah satu kekuatan kita memang di bahari. Lihat saja nanti di Sail Karimata dan Festival Bahari Kepri 2016," kata Menpar Arief Yahya, yang tak henti–henti mempromosikan Wonderful Indonesia. Wisata yacht tengah ingin digarap serius oleh Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar yang dipimpin oleh Indroyono Soesilo. Kebetulan, Kepri juga menonjol di bahari. Belajar dari Singapore, negeri yang luasnya setara dengan Pulau Samosir di Danau Toba itu sukses mengelola wisata baharinya. "Kita benchmark dengan system dan regulasi yang dipakai Singapore, yang base on customers. Mereka sudah menggunakan model marketing 2.0, kita masih berdasar pada product, 1.0," kata Arief Yahya. Selama ini, Singapore meraup banyak devisa dari parkir sekitar 4.000 yacht dengan tarifnya rata–rata 1.500 SIN Dolar. "Itu baru tarif parkirnya. Belum termasuk biaya perawatan dan ongkos kebutuhan hidup sehari–hari," terang Guntur Sakti, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, menambahkan. Guntur pun mulai coba menganalisa satu per satu. Hasilnya? Kadispar bersuara bariton itu mendapati angka pengeluaran US$ 123 per orang per hari. Bila satu yacht berisi tiga pelayar, uang yang mereka keluarkan US$ 369 per hari. Biaya tersebut belum termasuk biaya membeli bahan bakar, air bersih, perbaikan kapal, kebersihan, dan kebutuhan dasar lainnya. "Dan para yachter bisa menetap minimal tiga bulan. Bahkan ada yang sampai satu tahun. Coba dibayangkan berapa potensi uang yang akan beredar di masyarakat bila Kepri disinggahi yachter–yachter dunia? Angkanya pasti lumayan," beber Guntur Sakti. 

Tak hanya Singapura saja yang intens menggarap wisata yacht. Negeri tetangga lainnya, Thailand dan Malaysia juga mulai intens mengembangkan wisata bahari dan menjaring yacht wisata dari seluruh dunia. Mereka mengembangkan wilayah Phuket sebagai pintu masuk para pelayar dunia. Begitu juga Pulau Tioman, Malaysia yang mengandalkan yachters. "Sekarang kenapa nggak kita geser ke Indonesia? Masuk atau keluar lewat Batam atau Bintan," papar Guntur. Pemikatnya? Salah satunya bisa lewat iven yacht rally dunia. Tiap tahun selalu ada ribuan kapal yacht yang rutin mengikuti kegiatan reli dari Darwin, Australia dan masuk ke Indonesia dari Kupang. Selama tiga bulan, para peserta diizinkan mengunjungi beberapa destinasi wisata dengan jalur Kupang, Alor, Lembata, Riung, Makassar, Bali, Karimun Jawa, dan Kumai. 

Para peserta kemudian keluar dari perairan Indonesia melalui Batam. Bisa juga lewat iven Sail Karimata serta Festival Bahari Kepri yang akan digelar pertengahan Oktober 2016. Guntur menilai, Kepri sudah punya modal dasar yang sangat oke untuk menyambut yachter–yachter dunia. Modal kekayaan bahari Kepri sudah fantastis. Ada 2.408 pulau besar dan kecil yang bisa disinggahi yachter–yaghter di Kepri. Belum lagi panorama alam bawah laut yang mempesona. Dari mulai Anambas, Pulau Abang, Pulau Petong, Pulau Hantu hingga Pulau Labun, semuanya menyimpan keindahan bawah laut yang wow. Bila ingin diving dan snorkeling, di sinilah tempatnya. Yachter bisa bebas leluasa mengeksplorasi makhluk laut berwarna–warni dan terumbu karang langka. Yang membuat Guntur happy, regulasinya sudah dibuat sangat simpel. Untuk para yachter, Indonesia sudah menyediakan social culture visa. Masa berlakunya 60 hari dan bisa diperpanjang 4 x 30 hari. Dengan begitu, para yachter bisa berpetualang selama enam bulan di Indonesia CAIT, untuk izin masuk yacht ke perairan Indonesia mulai disederhanakan. Kini cuup 3 jam, dari sebelumnya 3 minggu pengurusan. Singapore, Malaysia dan Thailand hanya 1 jam saja. Tinggal klik http://yachters–indonesia.id dan mengisi form yang tersedia, para yachter sudah bisa masuk ke Indonesia. Pengurusan izinnya hanya tiga jam. Sekarang malah sudah ada Peraturan Presiden 105/2015 yang memayungi pengurusan dokumen CIQP (custom, immigration, quarantine, port) di 18 pelabuhan. Guntur menilai, Kepri sudah punya modal dasar yang sangat oke untuk menyambut yachter–yachter dunia. Modal kekayaan bahari Kepri sudah fantastis. Ada 2.408 pulau besar dan kecil yang bisa disinggahi yachter–yaghter di Kepri. Belum lagi panorama alam bawah laut yang mempesona. Dari mulai Anambas, Pulau Abang, Pulau Petong, Pulau Hantu hingga Pulau Labun, semuanya menyimpan keindahan bawah laut yang wow. Bila ingin diving dan snorkeling, di sinilah tempatnya. Yachter bisa bebas leluasa mengeksplorasi makhluk laut berwarna–warni dan terumbu karang langka. Yang membuat Guntur happy, regulasinya sudah dibuat sangat simpel. 

Untuk para yachter, Indonesia sudah menyediakan social culture visa. Masa berlakunya 60 hari dan bisa diperpanjang 4 x 30 hari. Dengan begitu, para yachter bisa berpetualang selama enam bulan di Indonesia CAIT, untuk izin masuk yacht ke perairan Indonesia mulai disederhanakan. Kini cuup 3 jam, dari sebelumnya 3 minggu pengurusan. Singapore, Malaysia dan Thailand hanya 1 jam saja. Tinggal klik http://yachters–indonesia.id dan mengisi form yang tersedia, para yachter sudah bisa masuk ke Indonesia. Pengurusan izinnya hanya tiga jam. Sekarang malah sudah ada Peraturan Presiden 105/2015 yang memayungi pengurusan dokumen CIQP (custom, immigration, quarantine, port) di 18 pelabuhan.

Kamis, 29 September 2016

Global Fishing Watch

Global Fishing Watch, Aplikasi Pemantau Kapal Penangkap Ikan Oceana, SkyTruth, dan Google meluncurkan Global Fishing Watch, sebuah aplikasi untuk memantau aktivitas penangkapan ikan komersial. Aplikasi tersebut dapat diakses seluruh penduduk dunia. “Global Fishing Watch merupakan alat yang mumpuni untuk melawan penangkapan ilegal,” kata Wakil Presiden Oceana Jacqueline Savitz dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis, 15 September 2016. Ia mengatakan aplikasi tersebut berpotensi menyelamatkan ekosistem laut untuk generasi mendatang. Global Fishing Watch dirancang agar masyarakat di seluruh dunia memiliki akses untuk memantau dan melacak kegiatan kapal penangkap ikan komersil. Aplikasi tersebut menampilkan data real–time dan dapat diakses online. 

Aplikasi akan menampilkan kegiatan penangkapan ikan komersial yang dilakukan oleh 35 ribu kapal yang beroperasi di seluruh dunia. Datanya secara reguler akan diperbaharui untuk menunjukkan pergerakan kapal dan akivitas penangkapan ikan sejak 1 Januari 2012. Global Fishing Watch menggunakan data dari Automatic Identification System (AIS). Data tersebut dikumpulkan oleh satelit dan terrestrial receivers untuk menunjukkan pergerakan kapal. Setiap harinya, lebih dari 20 juta data poin ditambahkan ke AIS. Data tersebut digunakan untuk melacak pergerakan kapal dan mengelompokkannya menjadi kegiatan menangkap ikan atau kegiatan lainnya. Presiden dan pendiri SkyTruth John Amos mengatakan Global Fishing Watch akan memicu ilmu pengetahuan, regulasi, dan tekanan dari masyarakat untuk memastikan lautan lestari. Pemerintah dapat melacak kapal–kapal mencurigakan, menerapkan aturan, dan mengurangi penipuan hasil perikanan. 

Wartawan dan masyarakat dapat mengidentifikasi perilaku yang berkaitan dengan penangkapan ikan ilegal atau berlebihan. Global Fishing Watch berkolaborasi dengan pemerintah, industri swasta, serta agensi internasional untuk menambahkan kebijakan mengenai transparansi dan keberlanjutan. Indonesia, pionir dalam reformasi perikanan dan manajemennya, telah berkomitmen untuk membuka data semua kapal penangkapan ikan dengan alat pelacak melalui aplikasi Global Fishing Watch. 

Sebabnya, Indonesia menjunjung tinggi transparansi. Global Fishing Watch juga menggandeng Trace Register, penyedia solusi ketertelusuran bagi industri makanan laut global. Trace Register memungkinkan pelanggan memastikan makanan mereka legal dan diproduksi tanpa menyalahi aturan. Institusi ilmiah di seluruh dunia pun berkolaborasi dalam program penelitian Global Fishing Watch. Berbekal banyaknya data dan luasnya akses, mereka akan membuat model penangkapan ikan dari sisi ekonomi, lingkungan, kebijakan, dan implikasi perubahan iklim terhadap penangkapan ikan. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) tengah mengkaji metolodogi baru untuk membuat laporan daftar kapal dan statistik perikanan lebih akurat. FAO akan mengajukan instrumen transparansi untuk mendukung negara meningkatkan pengawasan, kontrol, penyelidikan atas aktivitas penangkapan ikan. Untuk pembiayaan Global Fishing Watch, beberapa yayasan turut bergabung. Antara lain Leonardo DiCaprio Foundation, Marisla Foundation, Bloomberg Philanthropies, The Wyss Foundation, The Waterloo Foundation dan Adessium Foundation.

Tertib Administrasi Kelompok Perikanan

Pembukuan diperlukan untuk menjaga keakuratan catatan atas semua transaksi dan keputusan-keputusan yang dibuat dalam kelompok. Pembukuan terdiri dari buku-buku administrasi, termasuk buku keuangan yang dimiliki oleh kelompok. Administrasi keuangan dapat berarti pembukuan keuangan, yaitu catatan transaksi keuangan yang dibuat secara kronologis (munurut urutan waktu) dan sistematis (menurut cara-cara tertentu). Setiap organisasi kelompok, wajib mengelola administrasi keuangan dengan baik yaitu sesuai jenis serta diisi dengan tertib, teratur dan benar. 

Dengan administrasi keuangan yang baik, keuangan kelompok dapat terkendali dan pada waktu tertentu akan mudah untuk diketahui, sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan. Informasi kondisi keuangan kelompok dapat digunakan sebagai: 
1.Alat monitor perkembangan keuangan; 
2.Alat pengendalian keuangan; 
3.Alat evaluasi terhadap pencapaian tujuan/sasaran dari setiap kegiatan atau usaha; dan 
4.Alat manajemen dalam pengambilan keputusan. 

Dalam membuat buku-buku kelompok harus lengkap, tertib, teratur, benar dan bermanfaat, sehingga harus mengikuti prinsip-prinsip: 
1.Sistematis, buku diisi menurut cara-cara tertentu sesuai dengan jenis bukunya; 
2.Kronologis, buku diisi sesuai dengan urutan terjadinya transaksi; 
3.Informatif, dapat dipahami/dimengerti oleh semua pihak yang berkepentingan; 
4.Accountable, buku diisi memenuhi kaidah-kaidah atau ketentuan akuntansi, antara lain: dapat dihitung, dapat dievaluasi, dan dapat dipertanggungjawabkan; 
5.Auditable, catatan keuangan dapat diperiksa dengan mudah. 

Bentuk-bentuk Pembukuan Keuangan Kelompok Beberapa bentuk pembukuan yang dapat digunakan untuk menjaga keakuratan catatan atas semua transaksi dan keputusan-keputusan yang dibuat dalam kelompok, antara lain berupa: 
1.Buku pertemuan adalah buku dasar dan penting yang berisi tidak hanya proses pertemuan kelompok tapi juga transaksi keuangan yang terjadi pada hari itu. Hal ini membantu kelompok untuk mengingat kembali keputusan yang telah diambil dalam pertemuan sebelumnya, tindakan yang diambil dan perlu ditindaklanjuti. Buku ini sering disebut “buku induk”. 
2.Buku Administrasi Anggota adalah berisi tentang semua informasi mengenai anggota dan keluarganya serta catatan pendaftaran. 
3.Buku Kehadiran merupakan catatan tentang kehadiran anggota. Ini membantu untuk mencatat absen rutin dan alasan bagi yang tidak hadir. 
4.Buku Pas Anggota merupakan catatan tabungan dan pinjaman setiap anggota. Buku ini disimpan oleh anggota. 
5.Buku tabungan individu berisi tabungan harian masing-masing anggota kelompok. Ini membantu kelompok untuk mengetahui tabungan anggota setiap hari, setiap bulan dan setiap tahun. Bahkan jika buku pas anggota hilang, status tabungan dan pinjamannya mungkin dapat di lacak dari buku ini . 
6.Buku pinjaman individu berisi semua informasi pinjaman yang diberikan pada anggota, secara individu (termasuk masalah pinjaman, tujuan pinjaman, jadwal pengembalian bunga, pengembalian pinjaman, hutang yang belum lunas dan melampaui batas waktunya. 
7.Buku kas memelihara semua catatan tunai dan transaksi bank dari kelompok. 
8.Buku kas umum berisi neraca aktivitas secara kumulatif. Sebagai contoh, dari buku kas umum, seseorang dapat menceritakan berapa banyak telah dihabiskan untuk transportasi oleh kelompok, berapa banyak telah diperoleh dari denda dan lain sebagainya. Hal ini memberikan informasi posisi keuangan pada setiap aktivitas kelompok. 
9.Buku tanda terima menjaga catatan semua penerimaan kelompok, dibuat duplikatnya, dan yang asli diberikan pada orang yang telah memberikan uang. Hal ini membantu baik kepada kelompok dan pihak yang membayar, sebagai bukti bahwa uang telah diterima. 
10.Semua pembayaran dan pengeluaran kelompok diputar menggunakan voucher pembayaran. Voucher ini ditahan oleh kelompok sebagai bukti pembayaran. Namun demikian voucher pembayaran hanya merupakan dokumen pendukung. Pembayarannya sendiri dibuat dengan nota bon atau pembayaran yang ditandatangani oleh penerima pembayaran. 
11.Catatan permintaan surat kesanggupan pinjaman diminta dari peminjam sebagai keamanan pinjaman. 12.Dokumen pendukung, yang berhubungan dengan berbagai transaksi keuangan dan keputusan-keputusan yang dibuat oleh kelompok dan semua koresponden harus disimpan dalam dokumen penyimpanan. 13.Buku kas bank/buku cek diperlukan untuk mengadakan transaksi bank. 
14.Daftar kontribusi lokal menyediakan informasi keuangan yang dimobilisasi pada tingkat lokal, baik dalam bentuk uang tunai atau sejenisnya untuk berbagai program. 
15.Buku stok berisi informasi bahan-bahan yang diterima atau diadakan dan neraca, sesuai dengan nilai bahan. 

Memilih Penulis Pembukuan Keuangan Terkait dengan pentingnya pembuatan pembukuan keuangan kelompok, maka perlu diangkat seorang penulis sebagai pengelola dan penanggungjawab pembuatan pembukuan keuangan. Penulis dapat berasal dari dalam kelompok (anggota kelompok) atau seseorang dari luar kelompok (bukan anggota kelompok), dengan syarat: 
(1) jujur; 
(2) mudah dijumpai; 
(3) dapat diterima oleh semua anggota kelompok, 
(4) tidak mengintervensi dinamika kelompok, 
(5) transparan; dan 
(6) ahli dalam menulis pembukuan. 
Kelompok juga harus dapat dengan mudah memperoleh penulis pengganti jika penulis sewaktu-waktu berhenti. 

Pemantauan Penulis Pembukuan Keuangan Kelompok Supaya efektif memantau penulis, beberapa kiat yang dapat digunakan kelompok adalah sebagai berikut : 
1.Kelompok harus yakin bahwa penulis tidak pernah memegang uang. 
2.Anggota kelompok harus selalu memeriksa catatan-catatan sebelum mereka tanda tangan. 
3.Jika penulis bukan anggota kelompok, dia tidak boleh ikut campur dalam kegiatan kelompok. 

Kelompok harus dapat mengontrol/mengendalikan keuangan umum, beberapa hal yang dapat dilakukan oleh kelompok untuk tetap mengendalikan keuangan umum adalah sebagai berikut: 
1.Siapapun penulis pembukuan keuangan tidak pernah memegang uang. 
2.Anggota mengawasi secara normal jumlah total dan komposisi uang kelompok pada setiap waktu. 3.Jumlah total biasanya diumumkan pada pertemuan atau ditulis pada papan. 
4.Anggota mengawasi catatan tabungan individu mereka dan status kredit dalam kelompok. 
5.Anggota menyuruh penulis untuk membacakan catatan pertemuan pada hari itu juga sebelum mereka tanda tangan. 
6. Anggota kelompok memastikan bahwa buku selalu diperbaharui. 
7.Anggota memastikan bahwa penulis mempunyai semua perlengkapan penting untuk menulis buku seperti pensil, pena, penghapus, kertas, lembaran karbon, penjepit, perekat, stempel karet dan tinta stempel. 
8.Anggota kelompok memastikan bahwa pemeliharaan dan penyimpanan buku mereka tidak bercampur dengan buku penulis jika dia anggota kelompok. Pemeriksaan Keuangan dalam Kelompok Pemeriksaan buku akunting secara sistematis, oleh orang di luar kelompok dengan tujuan untuk memeriksa kesalahan dan kelalaian dalam membuat perhitungan, untuk meralat adanya kesalahan, dan untuk pencegahan kesalahan di masa mendatang. Pemeriksaan Keuangan dibutuhkan baik untuk manfaat kelompok sendiri dan untuk membangun kredibilitas operasional kelompok kepada dunia luar. 

Tujuan dari Pemeriksaan Keuangan kelompok antara lain adalah sebagai berikut: 
1.Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangannya. 
2.Menemukan dan meralat kesalahan dan kelalaian dalam menyusun pembukuan. 
3.Memperkuat keberadaan sistem akunting dalam kelompok. 
4.Menjelaskan pendapatan, pengeluaran, kekayaan dan pertanggungjawaban. 
5.Membangun kepercayaan dalam kelompok sebagai sebuah lembaga yang mengarah ke berkesinambungan, pengakuan dan kredibilitas . 
6.Mengambil keputusan-keputusan anggaran dan pendanaan.

Program Asuransi Nelayan Amanat UU Perlindungan Nelayan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengikutsertakan 1.000 nelayan Muncar, Banyuwangi, dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan yang diberikan kepada para nelayan mencakup dua program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). 

“Dikutsertakannya 1.000 nelayan di Muncar ini untuk melindungi dari risiko kerja. Hal ini juga telah diberikan kepada ribuan nelayan di Indramayu dan Kota Sibolga,” kata Direktur Utama Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dalam acara penyerahan Kartu Kepesertaan 1.000 Nelayan jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, akhir pekan kemarin. Hadir dalam acara tersebut di antaranya, Menko Maritim Rizal Ramli, Bupati Banyuwangi Abdullah, Azwar Anas, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Ilyas Lubis, dan Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Narmoko Prasmadji. 

Agus Susanto menjelaskan, pilihan kepesertaan untuk dua program ini (JKK dan JKM) hanya terbatas kepada pekerja bukan penerima upah (BPU), dengan iuran yang sangat terjangkau, yaitu sebesar 16.800 rupiah per bulan. Pekerja formal atau Pekerja Penerima Upah (PPU) wajib terdaftar dalam empat program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu JKK, JKM, JHT (Jaminan Hari Tua) dan JP (Jaminan Pensiun). “Perlindungan ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran nelayan akan pentingnya jaminan sosial untuk melindungi pekerja dari risiko kerja,” ujar Agus. Ia menambahkan, bantuan iuran untuk nelayan akan diberikan selama 6 bulan oleh BPJS Ketenagakerjaan. 

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga bisa berkontribusi langsung dalam melindungi para nelayan dengan mengalokasikan anggaran yang dimiliki. Ruang lingkup perlindungan atas kecelakaan kerja yang terjadi pada peserta BPJS Ketenagakerjaan meliputi perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi mulai saat berangkat bekerja, di lokasi bekerja, hingga kembali lagi ke rumah dan perlindungan terhadap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaannya tersebut. 

Selain JKK, perlindungan lainnya adalah Jaminan Kematian yang memberikan perlindungan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia selama masa kepesertaan aktif mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Terkait rencana perlindungan risiko kerja bagi satu juta nelayan di Indonesia, Menko Kemaritiman, Rizal Ramli menyatakan, pihaknya akan membahas dengan pihak terkait. “Ini penting, karena selama ini perlindungan atas risiko yang dihadapi para nelayan, belum tersentuh,” ucapnya. Dalam kesempatan itu, Rizal memberi apresiasi dengan BPJS Ketenagakerjaan yang memberi gratis iuran kepada nelayan selama 6 bulan. “Kita juga akan bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melanjutkan program perlindungan kecelakaan kerja dan kematian untuk nelayan dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya. 

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Tangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Narmoko Prasmadji menambahkan, pihaknya akan mencari operator asuransi nelayan yang memberikan kaver paling besar. Menurutnya, anggaran asuransi terhadap satu juta nelayan menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN), sehingga harus digunakan seefisien mungkin. Nanti, KKP akan melakukan tender pengelolaan asuransi nelayan ini. 

Pemerintah menginginkan klaim asuransi yang dibayarkan lebih besar untuk melindungi nelayan. "Katakanlah kalau meninggal, jangan hanya disantuni Rp 40 juta tapi bisa sampai Rp 200 juta," imbuh Narmoko. Narmoko menuturkan bahwa kapal nelayan pelabuhan Muncar memiliki kekhasan tersendiri yang tak dimiliki oleh nelayan di tempat lain di Indonesia. Ornamen ukiran dan lukisan yang menghiasi perahu-perahu nelayan, ia nilai memiliki nilai wisata tersendiri. “Pelabuhan Muncar ini unik, ada ukiran dan hiasan di perahunya. Tak banyak yang seperti ini di tempat lain. Tinggal memoles sedikit saja untuk dijadikan kampung wisata nelayan. Yang penting kebersihan harus dijaga,” paparnya. 

Sementara itu, konsep sustainable ocean yang dikombinasikan dengan membuka wisata berbasis perkampungan nelayan selama ini juga menjadi bagian dari kerja Pemkab Banyuwangi. Narmoko mengatakan, baru pada tahun ini pula Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki anggaran yang cukup besar untuk mengasuransikan nelayan. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sendiri menargetkan akan mengasuransikan 1 juta nelayan hingga 2019. "Kami sudah punya beberapa titik yang akan kami kerjakan. Ini merupakan pertama kalinya. Dan kalau bisa manajemennya dikerjakan sebaik-baiknya," kata Narmoko. 

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang menjadi salah satu partner dalam program ini diharapkan bisa memberikan manfaat lebih besar kepada nelayan. "Kalau BPJS bisa memberikan ganti ruginya lebih besar, lebih menarik lagi barang kali," ucap Narmoko. Selain perlindungan dalam bentuk asuransi, Narmoko menuturkan UU Perlindungan Nelayan juga mengamanatkan perlindungan terhadap nelayan tradisional, melalui regulasi pemerintah. "Kami juga dipesani Bu Susi, mohon nelayan juga bisa menjaga laut dengan baik. Tidak boleh dikotori, jangan ditaruh plastik. Jala yang sudah tidak dipakai kalau bisa digulung, atau kalau perlu dibakar, asal jangan dibuang ke laut," ujar Narmoko. Direktur Kenelayanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Syafril Fauzi menginformasikan, saat ini UU Perlindungan Nelayan yang baru disahkan 15 Maret 2016 tengah memasuki proses penomoran. Jadi, sosialisasi dan pelaksanaan UU menunggu penomoran tersebut selesai. 

Sejumlah urusan teknis pelaksanaan juga tengah dibahas, salah satunya memanggil BUMN Asuransi Jasindo sebagai pelaksana. Jumlah premi yang akan dibayarkan ke nelayan pun masih dalam proses penghitungan. Pada dasarnya, lanjut dia, asuransi akan bisa didapatkan semua WNI yang berprofesi sebagai nelayan. Pengecualian untuk nelayan kecil dengan kapal di bawah 10 gross ton (GT), premi digratiskan. Pemerintah telah menganggarkan dana Rp 250 miliar untuk pilot project asuransi nelayan kecil sebelum pemberlakuan asuransi nelayan secara nasional.